Sabtu, 09 Juni 2012
Peranan KOLAM AIR DALAM PEMELIHARAAN ITIK
Peranan KOLAM AIR DALAM PEMELIHARAAN ITIK
kolam air di peternakan itik yang dipelhiara secara intensif sangat perlu. kolam dengan kedalaman air 0,25 m dan kapasitas luas 1 meter persegi untuk 6 ekor itik sudah cukup efektif dan efisien. sebaiknya kolam air dibuat dari semen agar tidak memboroskan tenaga untuk mengisi air, selain menghindari kesulitan pengadaan air di musim kemarau.
lokasi peternakan yang dekat dengan sungai akan lebih menguntungkan karena kolam bisa dihubungkan dengan sungai melalui sipon (gorong-gorong) sehingga air bisa mengalir juga memberi kesempatan pada itik memperoleh makanan tambahan yang terbawa aliran sungai. bila air sungai tidak sehat, misalnya tercemar limbah buangan industri atau zat-zat kimia, jangan digunakan karena sangat berbahaya bagi kesehatan ternah itik.
pemeliharaan itik secara intensif tanpa kolam atau dengan kolam sampai sekarang memang ramai dibicarakan dalam penelitian.
laporan dari Achmad Gozali (1979) dan A Lasmini (1985) suatu pengamatan melaporkan bahwa penggunaan kolam air sedalam 0,25 meter yang sebelumnya dikeringkan dan diberi pupuk menghasilkan itik yang berkemampuan produksi telur rata-rata 60 persen. pupuk kolam yang dipergunakan antara lain bekatul, litter kandang itik, pupuk urea dan TSP. jumlah yang dijadikan sampel pengamatan adalah 120 ekor dimana terdiri dari 90 ekor itik Tegal berbulu branjangan dan 30 ekor berbulu "jarakan".
Sedangkan lasmini (1985) yang melakukan penelitian di Balai Penelitian ternak Bogor yang meneliti 160 ekor itik alabio yang dibagi menjadi 2 kelompok dan diberi makanan ad libitum produksi PT Charoen Pokphand dan itik mulai berproduksi pada usia 22 minggu. dari pengamatan selama 12 minggu produksi diketahui bahwa presentase produksi telur itik yang dipelihara tanpa kolam air lebih tinggi dari itik yang dipelihara dengan menggunakan kolam air walau itik yang dipelihara dengan kolam air terlihat lebih segar bila dibandingkan itik yang dipelihara tanpa kolam.
kolam air di peternakan itik yang dipelhiara secara intensif sangat perlu. kolam dengan kedalaman air 0,25 m dan kapasitas luas 1 meter persegi untuk 6 ekor itik sudah cukup efektif dan efisien. sebaiknya kolam air dibuat dari semen agar tidak memboroskan tenaga untuk mengisi air, selain menghindari kesulitan pengadaan air di musim kemarau.
lokasi peternakan yang dekat dengan sungai akan lebih menguntungkan karena kolam bisa dihubungkan dengan sungai melalui sipon (gorong-gorong) sehingga air bisa mengalir juga memberi kesempatan pada itik memperoleh makanan tambahan yang terbawa aliran sungai. bila air sungai tidak sehat, misalnya tercemar limbah buangan industri atau zat-zat kimia, jangan digunakan karena sangat berbahaya bagi kesehatan ternah itik.
pemeliharaan itik secara intensif tanpa kolam atau dengan kolam sampai sekarang memang ramai dibicarakan dalam penelitian.
laporan dari Achmad Gozali (1979) dan A Lasmini (1985) suatu pengamatan melaporkan bahwa penggunaan kolam air sedalam 0,25 meter yang sebelumnya dikeringkan dan diberi pupuk menghasilkan itik yang berkemampuan produksi telur rata-rata 60 persen. pupuk kolam yang dipergunakan antara lain bekatul, litter kandang itik, pupuk urea dan TSP. jumlah yang dijadikan sampel pengamatan adalah 120 ekor dimana terdiri dari 90 ekor itik Tegal berbulu branjangan dan 30 ekor berbulu "jarakan".
Sedangkan lasmini (1985) yang melakukan penelitian di Balai Penelitian ternak Bogor yang meneliti 160 ekor itik alabio yang dibagi menjadi 2 kelompok dan diberi makanan ad libitum produksi PT Charoen Pokphand dan itik mulai berproduksi pada usia 22 minggu. dari pengamatan selama 12 minggu produksi diketahui bahwa presentase produksi telur itik yang dipelihara tanpa kolam air lebih tinggi dari itik yang dipelihara dengan menggunakan kolam air walau itik yang dipelihara dengan kolam air terlihat lebih segar bila dibandingkan itik yang dipelihara tanpa kolam.
UNTUNGNYA BETERNAK BEBEK
Menyekolahkan Anak dengan Telur Bebek
Di depan rumah, bebek-bebek di kandang menyanyikan lagu rampak. Tiap
pagi, beberapa ekor mempersembahkan telur-telur pada tuannya, Muntaha.
Lelaki berumur 35 tahun itu memang hobi beternak bebek sejak kecil.
”Makanya, saya tertarik bergabung menjadi mitra ngembangin bebek,” tutur
ayah 3 anak itu.
Ia di tahun 2004 bergabung menjadi mitra. Awalnya dimodali 100 ekor bebek usia bebaya. Dua bulan kemudian sudah menampakkan hasil, bertelur. Pada perkembangannya, bebeknya berkurang menjadi 84 ekor, karena mati kena penyakit. ”Alhamdulillah, saya bisa sekolahkan anak. Penghasilan pokok ya dari bebek ini,” ungkapnya sembari mengangkat seekor bebek, untuk dipotret.
Jpreet! Pria itu tersenyum pada bebeknya. Setelah dipotret, ia kembali menaruh bebek di kandang, dan terus bercerita. Setiap tiga hari sekali, ia menjual telur-telur mentah ke tengkulak. Untuk pakan bebek, ia harus menyediakan sebanyak 25 kg dedak untuk sehari, pagi dan sore. Seperti peternak lain, bila musim panen padi tiba, ia bisa berhemat. Bahkan, bebek bertelur lebih cepat dari pada dikurung di kandang. Kalau dikurung, sebulan, Muntaha harus membeli makanan itik bermerek, dedak, ikan petek, atau ikan tembang. Kalau dikurung, penghasilan sebulan dapat mencapai Rp 500 ribu, tapi belum bersih. Sebalinya, kalau dikepar atau diumbar di sawah saat panen padi, Muntaha bisa mengantongi Rp 500 ribu bersih. Karenanya, musim panen padi adalah berkah baginya.
Panen padi di desanya bisa dua kali dalam setahun. Pengaruh ke bebek juga bagus, jadi gemuk. Datangnya musim panen tidak bertahan terus-menerus, membuatnya harus kreatif mencarikan pakan. Caranya dengan menggiring bebek ke rawa. Kalau lagi musim, banyak keong mas yang bisa menjadi santapan bebek. Hanya tubuh bebek lebih kurus dibanding dengan makan gabah di sawah.
Rata-rata, dalam seminggu, Muntaha bisa dua kali menjual telur masing-masing 150 telur sekali jual. Perolehannya Rp 75 ribu sampai Rp 200 ribu seminggunya. Hanya saja, kendala yang paling banyak ditemui peternak itik seperti Muntaha adalah soal pakan. Jika persediaan modal membeli empan (pakan) mepet, berpengaruh juga pada keuangan keluarga.
”Saya bayangkan kalau tiga anak sekolah semua, tentu repot...,” ucap Muntaha setengah menekuri ekonominya. Namun, ia bersyukur dengan kondisi sekarang, ternyata ia bisa menyekolahkan anak sulungnya di SD. Dari penjualan telur, ia juga bisa menghidupi keluarga, selain memberi uang jajan anaknya yang sekolah.
Ia hanya mengandalkan telur? Ternyata tidak. Ia juga seorang petani penggarap sawah. Ia meminta seorang warga pemilik sepetak sawah lalu ia garap, hasilnya di-paro. Memang, hasilnya tak seberapa yang diperoleh Muntaha dari menggarap sawah. Ia telah memiliki pengalaman sebagai buruh tani, sebelum mengembangkan bebek.
Pria itu tersenyum melihat anak laki-laki nomor duanya sedang main-main tanah. ”Anak saya itu belum berani sekolah,” ucapnya dengan wajah yang menyiratkan keinginan kuat agar anak-anaknya tetap bersekolah.
Bebek-bebek di kandang ber-kwek-kwek, seolah turut memberi semangat tuannya.
Ditulis oleh Hery D. Kurniawan - Masyarakatmandiri.org
Ia di tahun 2004 bergabung menjadi mitra. Awalnya dimodali 100 ekor bebek usia bebaya. Dua bulan kemudian sudah menampakkan hasil, bertelur. Pada perkembangannya, bebeknya berkurang menjadi 84 ekor, karena mati kena penyakit. ”Alhamdulillah, saya bisa sekolahkan anak. Penghasilan pokok ya dari bebek ini,” ungkapnya sembari mengangkat seekor bebek, untuk dipotret.
Jpreet! Pria itu tersenyum pada bebeknya. Setelah dipotret, ia kembali menaruh bebek di kandang, dan terus bercerita. Setiap tiga hari sekali, ia menjual telur-telur mentah ke tengkulak. Untuk pakan bebek, ia harus menyediakan sebanyak 25 kg dedak untuk sehari, pagi dan sore. Seperti peternak lain, bila musim panen padi tiba, ia bisa berhemat. Bahkan, bebek bertelur lebih cepat dari pada dikurung di kandang. Kalau dikurung, sebulan, Muntaha harus membeli makanan itik bermerek, dedak, ikan petek, atau ikan tembang. Kalau dikurung, penghasilan sebulan dapat mencapai Rp 500 ribu, tapi belum bersih. Sebalinya, kalau dikepar atau diumbar di sawah saat panen padi, Muntaha bisa mengantongi Rp 500 ribu bersih. Karenanya, musim panen padi adalah berkah baginya.
Panen padi di desanya bisa dua kali dalam setahun. Pengaruh ke bebek juga bagus, jadi gemuk. Datangnya musim panen tidak bertahan terus-menerus, membuatnya harus kreatif mencarikan pakan. Caranya dengan menggiring bebek ke rawa. Kalau lagi musim, banyak keong mas yang bisa menjadi santapan bebek. Hanya tubuh bebek lebih kurus dibanding dengan makan gabah di sawah.
Rata-rata, dalam seminggu, Muntaha bisa dua kali menjual telur masing-masing 150 telur sekali jual. Perolehannya Rp 75 ribu sampai Rp 200 ribu seminggunya. Hanya saja, kendala yang paling banyak ditemui peternak itik seperti Muntaha adalah soal pakan. Jika persediaan modal membeli empan (pakan) mepet, berpengaruh juga pada keuangan keluarga.
”Saya bayangkan kalau tiga anak sekolah semua, tentu repot...,” ucap Muntaha setengah menekuri ekonominya. Namun, ia bersyukur dengan kondisi sekarang, ternyata ia bisa menyekolahkan anak sulungnya di SD. Dari penjualan telur, ia juga bisa menghidupi keluarga, selain memberi uang jajan anaknya yang sekolah.
Ia hanya mengandalkan telur? Ternyata tidak. Ia juga seorang petani penggarap sawah. Ia meminta seorang warga pemilik sepetak sawah lalu ia garap, hasilnya di-paro. Memang, hasilnya tak seberapa yang diperoleh Muntaha dari menggarap sawah. Ia telah memiliki pengalaman sebagai buruh tani, sebelum mengembangkan bebek.
Pria itu tersenyum melihat anak laki-laki nomor duanya sedang main-main tanah. ”Anak saya itu belum berani sekolah,” ucapnya dengan wajah yang menyiratkan keinginan kuat agar anak-anaknya tetap bersekolah.
Bebek-bebek di kandang ber-kwek-kwek, seolah turut memberi semangat tuannya.
Ditulis oleh Hery D. Kurniawan - Masyarakatmandiri.org
Pemberdayaan Perempuan di Bantul Melalui Bebek
By Republika Newsroom
BANTUL -- Nita Puryanti (29) warga Desa Bangi, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul kini memiliki kesibukan lain selain mengurusi anak semata wayangnya. Bahkan kegiatannya memelihara bebek bersama ibu-ibu lain di desanya justru menambah penghasilan keluarga.
Kini ibu muda ini bisa tersenyum puas manakala setiap akhir bulan menerima hasil dari jerih payahnya memelihara bebek di kampungnya itu. Bukan hanya Nita, Novi (20) seorang mahasiswi sebuah Akademi Perawat di Bantulpun juga ikut menikmati hasil dari usaha memelihara bebek di kampungnya itu.
Wanita bertubuh subur ini bisa memperoleh uang saku tambahan untuk biaya kuliahnya. ''Lumayan dan cukup membanggakan bisa membayar biaya kuliah sendiri tidak tergantung orang tua dari usaha ini,'' papar Novi.
Adalah kelompok tani perempuan Bangi Mandiri yang memiliki usaha beternak bebek di Desa Bangi, Sewon, Bantul tersebut. Sedikitnya ada 45 perempuan dari 45 keluarga di desa itu yang tergabung dalam kelompok tani tersebut. Tidak main-main, kelompok tani yang anggotanya perempuan semua itupun saat ini memelihara sedikitnta 2.640 bebek yang terdiri atas 90 persen bebek betina dan 10 persen jantan.
Masing-masing perempuan di kelompok tani tersebut memiliki 105 bebek peliharaan dimana lima diantaranya merupakan pejantan. ''Dari 100 bebek betina itu setiap hari saya bisa panen telur sekitar 60 hingga 70 telur,'' papar Nita.
Dengan hasil tersebut, setiap hari Nita dan Novi menyetor telur-telur miliknya itu ke koperasi kelompok tani mereka. ''Setelah dihitung termasuk juga untuk sewa lahan, beli pakan dan cicilan modal setiap bulan saya memperoleh pendapatan sekitar Rp 250 hingga Rp 500 ribu. Tapi ini baru berjalan dua bulan sehingga kamipun maish belajar. Jika sudah agak mahir dan bebek-bebek juga tidak stress penghasilan kami paling terus bertambah,'' tandasnya.
Bersama kelompok tani itupun, baik Nita maupun Novi masing-masing memperoleh bantuan dua kandang bebek. Dimana setiap kandang diisi sedikitnya 53 ekor bebek. Anggota kelompok tani lainnya juga menikmati bantuan yang sama.
Menempati areal sawah seluas 2.000 hektar kelompok tani perempuan Bangi Mendiri itupun memperoleh dana bantuan dari Telkomsel melalui program coorporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 450 juta. Dana bantuan itupun digunakan untuk pembangunan 48 kandang bebek dan pemberian bibit bebek sebanyak 2.640 ekor.
''Untuk mendukung kelancaran proses usaha sendiri kita juga melengkapi areal peternakan bebek ini dengan mesin penepung pakan, gudang telur, rumah penetasan berikut empat mesin penetas, enam kandang meri (anak bebek), enam kandang pembesaran indukan, ruang pembuatan telur asin serta infrastruktur klaster,'' kata Direktur Keuangan Telkomsel Triwahyusari saat penyerahan bantuan tersebut pada kelompok tani tersebut di Bangi, Bantul, Kamis kemarin.
Penyerahan bantuan itupun disaksikan Wakil Bupati Bantul, Sumarno dan beberapa pejabat Bantul lainnya. Penyerahan bantuan tersebut juga menandai di resmikannya Kampung bebek sebagai icon pemberdayaan perempuan di Desa Bangi, Sewon, Bantul melalui peternakan bebek tersebut.
Diakui Triwahyuni, kelompok tani yang diberikan bantuan program tersebut merupakan kelompok tani perempuan yang beranggotakan perempuan usai produktif antara 17 hingga 40 tahun. Melalui langkah itu, diharapkan pendapatan keluarga perempuan di desa tersebut bertambah dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan keluarga mereka sendiri.
Menurutnya, bantuan itu sifatnya bergulir sehingga diharapkan bantuan tersebut bisa dikembangkan untuk peningkatan atau pemberdayaan kelompok tani di desa lainnya di Bantul.
Melalui program itupun kini Nita dan beberapa ibu-ibu muda Desa Bangi tidak hanya mengasuh anak dan mengurus rumah tangga saja. Mereka memiliki aktivitas lain untuk menambah pendapatan keluarga. melalui kelompok tani itupun, ibu-ibu yang tiga tahun lalu menjadi korban gempa itupun juga belajar berorganisasi dan belajar mandiri.yli/kpo
BANTUL -- Nita Puryanti (29) warga Desa Bangi, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul kini memiliki kesibukan lain selain mengurusi anak semata wayangnya. Bahkan kegiatannya memelihara bebek bersama ibu-ibu lain di desanya justru menambah penghasilan keluarga.
Kini ibu muda ini bisa tersenyum puas manakala setiap akhir bulan menerima hasil dari jerih payahnya memelihara bebek di kampungnya itu. Bukan hanya Nita, Novi (20) seorang mahasiswi sebuah Akademi Perawat di Bantulpun juga ikut menikmati hasil dari usaha memelihara bebek di kampungnya itu.
Wanita bertubuh subur ini bisa memperoleh uang saku tambahan untuk biaya kuliahnya. ''Lumayan dan cukup membanggakan bisa membayar biaya kuliah sendiri tidak tergantung orang tua dari usaha ini,'' papar Novi.
Adalah kelompok tani perempuan Bangi Mandiri yang memiliki usaha beternak bebek di Desa Bangi, Sewon, Bantul tersebut. Sedikitnya ada 45 perempuan dari 45 keluarga di desa itu yang tergabung dalam kelompok tani tersebut. Tidak main-main, kelompok tani yang anggotanya perempuan semua itupun saat ini memelihara sedikitnta 2.640 bebek yang terdiri atas 90 persen bebek betina dan 10 persen jantan.
Masing-masing perempuan di kelompok tani tersebut memiliki 105 bebek peliharaan dimana lima diantaranya merupakan pejantan. ''Dari 100 bebek betina itu setiap hari saya bisa panen telur sekitar 60 hingga 70 telur,'' papar Nita.
Dengan hasil tersebut, setiap hari Nita dan Novi menyetor telur-telur miliknya itu ke koperasi kelompok tani mereka. ''Setelah dihitung termasuk juga untuk sewa lahan, beli pakan dan cicilan modal setiap bulan saya memperoleh pendapatan sekitar Rp 250 hingga Rp 500 ribu. Tapi ini baru berjalan dua bulan sehingga kamipun maish belajar. Jika sudah agak mahir dan bebek-bebek juga tidak stress penghasilan kami paling terus bertambah,'' tandasnya.
Bersama kelompok tani itupun, baik Nita maupun Novi masing-masing memperoleh bantuan dua kandang bebek. Dimana setiap kandang diisi sedikitnya 53 ekor bebek. Anggota kelompok tani lainnya juga menikmati bantuan yang sama.
Menempati areal sawah seluas 2.000 hektar kelompok tani perempuan Bangi Mendiri itupun memperoleh dana bantuan dari Telkomsel melalui program coorporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 450 juta. Dana bantuan itupun digunakan untuk pembangunan 48 kandang bebek dan pemberian bibit bebek sebanyak 2.640 ekor.
''Untuk mendukung kelancaran proses usaha sendiri kita juga melengkapi areal peternakan bebek ini dengan mesin penepung pakan, gudang telur, rumah penetasan berikut empat mesin penetas, enam kandang meri (anak bebek), enam kandang pembesaran indukan, ruang pembuatan telur asin serta infrastruktur klaster,'' kata Direktur Keuangan Telkomsel Triwahyusari saat penyerahan bantuan tersebut pada kelompok tani tersebut di Bangi, Bantul, Kamis kemarin.
Penyerahan bantuan itupun disaksikan Wakil Bupati Bantul, Sumarno dan beberapa pejabat Bantul lainnya. Penyerahan bantuan tersebut juga menandai di resmikannya Kampung bebek sebagai icon pemberdayaan perempuan di Desa Bangi, Sewon, Bantul melalui peternakan bebek tersebut.
Diakui Triwahyuni, kelompok tani yang diberikan bantuan program tersebut merupakan kelompok tani perempuan yang beranggotakan perempuan usai produktif antara 17 hingga 40 tahun. Melalui langkah itu, diharapkan pendapatan keluarga perempuan di desa tersebut bertambah dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan keluarga mereka sendiri.
Menurutnya, bantuan itu sifatnya bergulir sehingga diharapkan bantuan tersebut bisa dikembangkan untuk peningkatan atau pemberdayaan kelompok tani di desa lainnya di Bantul.
Melalui program itupun kini Nita dan beberapa ibu-ibu muda Desa Bangi tidak hanya mengasuh anak dan mengurus rumah tangga saja. Mereka memiliki aktivitas lain untuk menambah pendapatan keluarga. melalui kelompok tani itupun, ibu-ibu yang tiga tahun lalu menjadi korban gempa itupun juga belajar berorganisasi dan belajar mandiri.yli/kpo
Friday, July 17, 2009
Beternak Itik Petelur, Keunggulan Itik Mojosari
Source: http://www.bi.go.id/sipuk/id/?id=4&no=90509&idrb=40502
Pemeliharaan itik petelur membutuhkan bahan baku bibit, pakan dan obat-obatan. Pemilihan bibit harus dipertimbangkan secara baik, karena bibit ini merupakan keputusan awal yang akan berpengaruh pada tahap-tahap pemeliharaan berikutnya. Beberapa jenis bibit unggul itik petelur yang dijumpai di pasar adalah sebagai berikut:
Itik Tegal
Itik Mojosari
Itik Alabio
Itik Bali
Itik BPT KA
Bibit unggul tersebut memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghasilkan telur baik jumlah telur yang dihasilkan per tahun maupun rata-rata berat telur dapat dilihat dalam Tabel 4.1. Tampak bahwa jenis itik Mojosari menghasilkan jumlah telur per tahun tertinggi (200-265 butir), dengan bobot per butirnya juga tinggi (70 gr). Urutan berikutnya adalah jenis itik Tegal yang menghasilkan jumlah telur per tahun 150-250 butir dengan bobot per butir antara 65 – 70 gr
Kemampuan Produksi Telur dan Bobot Beberapa Jenis Itik Petelur Unggas:
Itik Mojosari
200-265 butir per tahun / 70gr per butir
Itik Tegal
150-250 butir per tahun / 65-70gr per butir
Itik Alabio
130-250 butir per tahun / 65-70gr per butir
Itik Bali
153-250 butir / 60-65gr per butir
Sumber: Suharno dan Amri (2000 diolah)
Selanjutnya sarana produksi lainnya yang dibutuhkan yaitu pakan dan obat-obatan. Jenis pakan adalah: starter (untuk anak itik), grower (untuk itik dara) dan layer (untuk itik dewasa). Ketiga jenis pakan ini dapat dengan mudah dibeli di toko. Pakan ini dapat dibuat sendiri dengan alternatif bahan-bahan yang paling murah dan mudah diperoleh di sekitar lokasi usaha. Adapun bahan alternatif pakan ternak itik adalah jagung kuning, dedak/bekatul, tepung ikan, tepung daging bekicot, tepung tulang, tepung kerang, bungkil kelapa, tepung gaplek, tepung daun pepaya, tepung daun turi, dan tepung daun lamtoro. Komposisi bahan-bahan tersebut tergantung pada jenis pakan yang akan dibuat.
Obat-obatan dibutuhkan karena untuk mendapatkan produksi yang baik dan bermutu tinggi, salah satunya adalah ternak harus sehat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban peternak untuk menjaga agar itik petelur terhindar dari segala macam serangan penyakit. Cara terbaik untuk menghindar dari serangan penyakit adalah dengan memelihara itik dalam kandang yang memadai, baik sanitasi maupun luasannya, selain pakan yang mencukupi jumlah, nilai gizi, dan kesegarannya. Berdasarkan pengalaman, vaksinasi yang perlu diberikan pada itik adalah vaksinasi untuk mencegah penyakit fowl cholera atau duck cholera. Sedangkan penyakit yang dapat menyerang unggas (umumnya) adalah virus, bakteri, dan parasit (cacing, protozoa, dan kutu). Beberapa penyakit itik terpenting adalah: coccidiosis, coryza, infeksi salmonella, lumpuh, dan kolera.
Pemeliharaan itik petelur membutuhkan bahan baku bibit, pakan dan obat-obatan. Pemilihan bibit harus dipertimbangkan secara baik, karena bibit ini merupakan keputusan awal yang akan berpengaruh pada tahap-tahap pemeliharaan berikutnya. Beberapa jenis bibit unggul itik petelur yang dijumpai di pasar adalah sebagai berikut:
Itik Tegal
Itik Mojosari
Itik Alabio
Itik Bali
Itik BPT KA
Bibit unggul tersebut memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghasilkan telur baik jumlah telur yang dihasilkan per tahun maupun rata-rata berat telur dapat dilihat dalam Tabel 4.1. Tampak bahwa jenis itik Mojosari menghasilkan jumlah telur per tahun tertinggi (200-265 butir), dengan bobot per butirnya juga tinggi (70 gr). Urutan berikutnya adalah jenis itik Tegal yang menghasilkan jumlah telur per tahun 150-250 butir dengan bobot per butir antara 65 – 70 gr
Kemampuan Produksi Telur dan Bobot Beberapa Jenis Itik Petelur Unggas:
Itik Mojosari
200-265 butir per tahun / 70gr per butir
Itik Tegal
150-250 butir per tahun / 65-70gr per butir
Itik Alabio
130-250 butir per tahun / 65-70gr per butir
Itik Bali
153-250 butir / 60-65gr per butir
Sumber: Suharno dan Amri (2000 diolah)
Selanjutnya sarana produksi lainnya yang dibutuhkan yaitu pakan dan obat-obatan. Jenis pakan adalah: starter (untuk anak itik), grower (untuk itik dara) dan layer (untuk itik dewasa). Ketiga jenis pakan ini dapat dengan mudah dibeli di toko. Pakan ini dapat dibuat sendiri dengan alternatif bahan-bahan yang paling murah dan mudah diperoleh di sekitar lokasi usaha. Adapun bahan alternatif pakan ternak itik adalah jagung kuning, dedak/bekatul, tepung ikan, tepung daging bekicot, tepung tulang, tepung kerang, bungkil kelapa, tepung gaplek, tepung daun pepaya, tepung daun turi, dan tepung daun lamtoro. Komposisi bahan-bahan tersebut tergantung pada jenis pakan yang akan dibuat.
Obat-obatan dibutuhkan karena untuk mendapatkan produksi yang baik dan bermutu tinggi, salah satunya adalah ternak harus sehat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban peternak untuk menjaga agar itik petelur terhindar dari segala macam serangan penyakit. Cara terbaik untuk menghindar dari serangan penyakit adalah dengan memelihara itik dalam kandang yang memadai, baik sanitasi maupun luasannya, selain pakan yang mencukupi jumlah, nilai gizi, dan kesegarannya. Berdasarkan pengalaman, vaksinasi yang perlu diberikan pada itik adalah vaksinasi untuk mencegah penyakit fowl cholera atau duck cholera. Sedangkan penyakit yang dapat menyerang unggas (umumnya) adalah virus, bakteri, dan parasit (cacing, protozoa, dan kutu). Beberapa penyakit itik terpenting adalah: coccidiosis, coryza, infeksi salmonella, lumpuh, dan kolera.
Tuesday, June 30, 2009
Trick Supaya DOD Itik Bertahan Hidup
Petunjuk pemeliharaan ini ditujukan untuk DOD umur 1 s.d. 2o hari. Anak
bebek (meri), pada hakekatnya bisa bertahan hidup tanpa makanan sampai
umur 1-3 hari karena masih memiliki kandungan makanan pada tubuhnya.
Akan tetapi mereka tetap harus dipelihara secara seksama dan hati-hati.
Berikut ini beberapa petunjuk praktis pemeliharaan anak itik:
1. Siapkan kandang untuk anak itik, usahakan kandang telah bersih dari segala macam hal yang dapat mengancam kehidupan anak itik. Kandang harus dapat menghangatkan anak itik, berikan lampu untuk penghangat dan usahakan dinding kandang tertutup sehingga tidak ada angin dari luar yang masuk ke dalam kandang.
2. Apabila bibit itik/meri didatangkan dari tempat jauh, setalah tiba ditempat jangan langsung diberi makan terlebih dahulu, berilah minuman berupa air gula jawa, hal ini berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh meri. Setelah satu jam baru diberi makan berupa konsentrat seperti BR1 dan 511.
3. Pada umur 1-20 hari pertumbuhan anak itik sangatlah cepat, jadi jangan lupa beri vitamin pada asupan makanan atau minuman, vitamin bisa berupa cairan seperti NASA POC atau berupa bubuk seperti Vitachick.
4. Sesuaikan suhu kandang dengan pertumbuhan anak itik, penggunaan lampu dapat dihilangkan apabila sudah tidak diperlukan lagi
5. Usahakan kondisi kadang selalu bersih, kandang yang kotor akan mendatangkan penyakit yang dapat membunuh anak itik, buatlah lantai kandang yang berlubang (kawat ram atau bambu) sehingga kotoran itik bisa langsung jatuh, pastikan lubang yang ada tidak membuat kaki itik terjepit.
Itulah sedikit trick yang bisa saya berikan, mudah2an dapat berguna untuk anda semua.
Salam Mandiri Peternak Indonesia!
1. Siapkan kandang untuk anak itik, usahakan kandang telah bersih dari segala macam hal yang dapat mengancam kehidupan anak itik. Kandang harus dapat menghangatkan anak itik, berikan lampu untuk penghangat dan usahakan dinding kandang tertutup sehingga tidak ada angin dari luar yang masuk ke dalam kandang.
2. Apabila bibit itik/meri didatangkan dari tempat jauh, setalah tiba ditempat jangan langsung diberi makan terlebih dahulu, berilah minuman berupa air gula jawa, hal ini berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh meri. Setelah satu jam baru diberi makan berupa konsentrat seperti BR1 dan 511.
3. Pada umur 1-20 hari pertumbuhan anak itik sangatlah cepat, jadi jangan lupa beri vitamin pada asupan makanan atau minuman, vitamin bisa berupa cairan seperti NASA POC atau berupa bubuk seperti Vitachick.
4. Sesuaikan suhu kandang dengan pertumbuhan anak itik, penggunaan lampu dapat dihilangkan apabila sudah tidak diperlukan lagi
5. Usahakan kondisi kadang selalu bersih, kandang yang kotor akan mendatangkan penyakit yang dapat membunuh anak itik, buatlah lantai kandang yang berlubang (kawat ram atau bambu) sehingga kotoran itik bisa langsung jatuh, pastikan lubang yang ada tidak membuat kaki itik terjepit.
Itulah sedikit trick yang bisa saya berikan, mudah2an dapat berguna untuk anda semua.
Salam Mandiri Peternak Indonesia!
Labels:
Beternak Bebek Yogyakarta,
Beternak Itik,
DOD Bebek,
DOD Itik
SISTEM PERKANDANGAN ITIK PETELUR
Di Indonesia masih banyak ternak itik dipelihara secara tradisional
yaitu dengan mengembalakan itik di sawah atau di tempat-tempat yang
banyak air. Dengan semakin sempitnya areal pengembalaan dan banyaknya
kasus kematian ternak akibat keracunan pestisida, maka pemeliharaan cara
ini makin terancam kelestariannya.
Salah satu usaha yang dipandang mampu mengatasi masalah ini adalah dengan mengalihkan sistem pemeliharaan dari sistem tradisional ke sistem intensif yaitu dengan cara beternak itik tanpa air atau di kandangkan, ini lebih menguntungkan karena kesehatan dan keselamatan itik lebih terjamin. Selain itu, produktivitas telur lebih tinggi serta biaya pemeliharaan lebih efisien.
Banyak penelitian membuktikan bahwa itik tidak mutlak membutuhkan air untuk berenang. Terbukti bahwa pemeliharaan itik secara intensif dan terkurung dapat mencapai produksi yang optimal yaitu sebanyak 203 butir/tahun/ekor, sedangkan yang digembalakan hanya menghasilkan telur sebanyak 124 butir/tahun.
Syarat Perkandangan
Kandang merupakan tempat kediaman ternak dan dari kandang tersebut, ternak memperoleh manfaat. Agar pembuatan kandang tersebut benar-benar menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi itik, maka diperlukan pengetahuan tentang perkandangan antara lain:
1. Kandang harus dapat memberikan kenyamanan bagi itik, artinya tidak menyebabkan itik gelisah dan mudah terkejut.
2. Kandang harus memberikan kesehatan bagi itik yang ada di dalamnya (tingkat kematian itik dalam kandang rendah).
3. Kandang yang dibangun harus memberikan hasil bagi peternak berupa telur yang lebih banyak daripada pemeliharaan tanpa kandang.
4. Dalam membangun kandang hendaknya tidak mengganggu peternak dan keluarganya. Sebaliknya keluarga peternak juga tidak mengganggu itik tersebut.
5. Kandang yang dibangun itu harus memenuhi syarat ekonomis, artinya tidak terlalu mahal tetapi memenuhi syarat di atas.
Jenis Kandang
1. Kandang Itik Sistem Terkurung
Kandang ini sesuai bagi itik komersial untuk produksi telur konsumsi. Lantai kandang dapat terbuat dari tanah yang dipadatkan, bagian atas dilapisi kapur dan barulah diletakkan alas berupa kulit padi atau bekas serutan gergaji. Kelemahannya adalah bila alas kandang basah karena tumpahan air minum, agak sulit untuk membersihkan dan mengeringkannya terutama pada daerah yang kelembabannya terlalu tinggi, hal ini akan menyebabkan timbulnya penyakit.
2. Kandang Itik Sistem Pekarangan
Kandang itik sistem ini merupakan kombinasi antara terkurung dengan sistem lepas. Lantai kandang padat yang dilapisi sekam padi. Atap kandang yang cocok adalah atap satu muka dengan lubang angin di atasnya. Pada pekarangan yang disediakan itulah terdapat tempat pakan dan minuman itik. Sedikit pelindung akan berguna melindungi itik dari teriknya matahari dan hujan. Sekitar pekarangan dibuat pagar dengan tinggi � 75 cm.
3. Kandang Itik Sistem Baterai
Kandang sistem ini mirip sekali dengan kandang baterai untuk ayam petelur yaitu kandang individual. Semua kandang baterai dikumpulkan pada satu tempat dan diberi atap serta dindingnya dipagar dengan bambu anyaman atau kawat.
Kandang yang Ideal
Kandang yang diarahkan ke timur dengan maksud untuk memberikan kesempatan sinar matahari pagi masuk ke dalam kandang, dengan demikian diharapkan ruangan kandang menjadi sehat dan cukup terang. Tinggi kandang dibuat tidak kurang dari 2 meter, sehingga peternak tidak perlu membungkukkan badan pada saat melakukan pekerjaan di dalam kandang. Dinding kandang sebaiknya ditutup tembok/bambu setinggi 60 cm dari lantai, sedangkan sisanya dibiarkan terbuka cukup ditutup dengan kawat atau bilah-bilah bambu.
Hal lain yang menjadi penentu ideal tidaknya kandang yang kita dirikan adalah luasan kandang serta daya tampungnya. Sebagai patokan tiap satu meter persegi kandang bisa didiami dengan 4 ekor itik dewasa (umur > 6 bulan) dengan rumus sebagai berikut:
Panjang kandang (m) X lebar (m) X 4 = Jumlah itik yang dipelihara
Sumber: LIPTAN BPTP JAKARTA, No.:06/LIPTAN/BPTP JKT/2001
Salah satu usaha yang dipandang mampu mengatasi masalah ini adalah dengan mengalihkan sistem pemeliharaan dari sistem tradisional ke sistem intensif yaitu dengan cara beternak itik tanpa air atau di kandangkan, ini lebih menguntungkan karena kesehatan dan keselamatan itik lebih terjamin. Selain itu, produktivitas telur lebih tinggi serta biaya pemeliharaan lebih efisien.
Banyak penelitian membuktikan bahwa itik tidak mutlak membutuhkan air untuk berenang. Terbukti bahwa pemeliharaan itik secara intensif dan terkurung dapat mencapai produksi yang optimal yaitu sebanyak 203 butir/tahun/ekor, sedangkan yang digembalakan hanya menghasilkan telur sebanyak 124 butir/tahun.
Syarat Perkandangan
Kandang merupakan tempat kediaman ternak dan dari kandang tersebut, ternak memperoleh manfaat. Agar pembuatan kandang tersebut benar-benar menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi itik, maka diperlukan pengetahuan tentang perkandangan antara lain:
1. Kandang harus dapat memberikan kenyamanan bagi itik, artinya tidak menyebabkan itik gelisah dan mudah terkejut.
2. Kandang harus memberikan kesehatan bagi itik yang ada di dalamnya (tingkat kematian itik dalam kandang rendah).
3. Kandang yang dibangun harus memberikan hasil bagi peternak berupa telur yang lebih banyak daripada pemeliharaan tanpa kandang.
4. Dalam membangun kandang hendaknya tidak mengganggu peternak dan keluarganya. Sebaliknya keluarga peternak juga tidak mengganggu itik tersebut.
5. Kandang yang dibangun itu harus memenuhi syarat ekonomis, artinya tidak terlalu mahal tetapi memenuhi syarat di atas.
Jenis Kandang
1. Kandang Itik Sistem Terkurung
Kandang ini sesuai bagi itik komersial untuk produksi telur konsumsi. Lantai kandang dapat terbuat dari tanah yang dipadatkan, bagian atas dilapisi kapur dan barulah diletakkan alas berupa kulit padi atau bekas serutan gergaji. Kelemahannya adalah bila alas kandang basah karena tumpahan air minum, agak sulit untuk membersihkan dan mengeringkannya terutama pada daerah yang kelembabannya terlalu tinggi, hal ini akan menyebabkan timbulnya penyakit.
2. Kandang Itik Sistem Pekarangan
Kandang itik sistem ini merupakan kombinasi antara terkurung dengan sistem lepas. Lantai kandang padat yang dilapisi sekam padi. Atap kandang yang cocok adalah atap satu muka dengan lubang angin di atasnya. Pada pekarangan yang disediakan itulah terdapat tempat pakan dan minuman itik. Sedikit pelindung akan berguna melindungi itik dari teriknya matahari dan hujan. Sekitar pekarangan dibuat pagar dengan tinggi � 75 cm.
3. Kandang Itik Sistem Baterai
Kandang sistem ini mirip sekali dengan kandang baterai untuk ayam petelur yaitu kandang individual. Semua kandang baterai dikumpulkan pada satu tempat dan diberi atap serta dindingnya dipagar dengan bambu anyaman atau kawat.
Kandang yang Ideal
Kandang yang diarahkan ke timur dengan maksud untuk memberikan kesempatan sinar matahari pagi masuk ke dalam kandang, dengan demikian diharapkan ruangan kandang menjadi sehat dan cukup terang. Tinggi kandang dibuat tidak kurang dari 2 meter, sehingga peternak tidak perlu membungkukkan badan pada saat melakukan pekerjaan di dalam kandang. Dinding kandang sebaiknya ditutup tembok/bambu setinggi 60 cm dari lantai, sedangkan sisanya dibiarkan terbuka cukup ditutup dengan kawat atau bilah-bilah bambu.
Hal lain yang menjadi penentu ideal tidaknya kandang yang kita dirikan adalah luasan kandang serta daya tampungnya. Sebagai patokan tiap satu meter persegi kandang bisa didiami dengan 4 ekor itik dewasa (umur > 6 bulan) dengan rumus sebagai berikut:
Panjang kandang (m) X lebar (m) X 4 = Jumlah itik yang dipelihara
Sumber: LIPTAN BPTP JAKARTA, No.:06/LIPTAN/BPTP JKT/2001
Labels:
Beternak Bebek Yogyakarta,
Beternak Itik,
DOD Bebek,
DOD Itik
Thursday, June 25, 2009
Mari Beternak Bebek / Itik


Itik sangat cocok digembalakan di daerah yang memiliki sungai-sungai kecil. Lebih tahan penyakit ketimbang unggas lain.
Anda pernah lewat atau ke Brebes? Di sepanjang jalan raya pantura, di daerah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini anda akan menemui toko-toko yang menjual telur asin. Ya telur bebek yang diawetkan dengan cara diasinkan memang dikenal luas dan menjadi ciri khas Kota Brebes. Rasanya yang gurih, legit, dan mengundang selera. Butiran telur yang lebih besar dari telur ayam, rasa yang khas, dan keawetannya membuat telur asin memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Biasanya di kulit telur yang biru kehijauan itu, distempel masa kedaluarsanya.
Lebih dari sejuta telur per hari dihasilkan di peternakan-peterakan itik di Brebes . Ini menunjukkan prospek ternak bebek yang menjanjikan. Apalagi sekarang permintaan pasar tidak hanya telur bebek, tetapi juga bebek potong semakin meningkat. Daging bebek memiliki kekenyalan dan aroma yang khas. Di mana-mana sedang merebak restoran dan warung makan yang menawarkan sajian bebek dengan aneka pilihan menu.
Sentra peternakan itik di Brebes sudah dikenal lama. Awalnya tentu dengan teknologi yang sangat sederhana dan bersifat sambilan. Biasanya itik digembalakan di persawahan dan sungai. Hasilnya pun selain dikonsumsi sendiri juga dijual untuk menambah pendapatan untuk menutup kebutuhan rumahtangga sehari-hari.
Saat ini peternakan itik di Brebes telah berkembang pesat. Ada 10 kelompok tani ternak itik yang menaungi 1.778 peternak itik dengan populasi itik hampir mencapai angka 900.000 ekor. Dengan keuntungan yang memadai dan harga yang relatif stabil, peternakan itik di Brebes terus mengalami peningkatan. Bahkan dari sekadar sambilan, kini peternakan bebek telah menjadi pilihan utama bagi sebagian petani menggeser budi daya bawang merah yang juga menjadi ciri khas Brebes.
Kalkulasinya, peternak bisa mendapat keuntungan dengan memelihara 400 ekor itik. Peternak harus mengeluarkan modal untuk membeli anak itik atau meri senilai Rp 750 sampai dengan Rp 1.000 per ekor. Pada umur enam bulan, itik akan mulai bertelur. Telur yang dihasilkan antara 240-320 butir per-harinya. Harga telur berkisar antara Rp 700 sampai dengan Rp 750 per butirnya. Dengan pendapatan hasil penjualan telur per-harinya minimal Rp 168.000, para peternak bisa menyisihkan keuntungan sekitar Rp 75.000 sampai Rp. 100.000.
Di samping dari daerah asal, itik lokal dikenal berdasarkan daerah pengembangan dan sifat morfologisnya. Ada itik Tegal, itik Alabio, itik Mojosari, dan Itik Maros. Itik adalah unggas yang memiliki ketahanan tubuh yang baik, termasuk tahan terhadap virus flu burung dibandingkan dengan unggas lain. Itik alabio cenderung lebih produktif.
Itik sangat cocok digembalakan di daerah yang memiliki sungai-sungai kecil. Itik yang digembalakan cenderung lebih produktif. Masa produktif itik yang ideal adalah 1 tahun. Produksi telur rata-rata 200-300 butir per-tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Biasanya kandang itik dibuat sederhana, dengan dinding bambu dan atap genteng ayag alang-alang. Kandang itik disekat menjadi dua bagian. Satu bagian untuk tempat makan dan bagian lainnya untuk tempat bertelur. Kandang itik harus dibersihkan setiap harinya. Kebersihan dan kenyamanan itik akan sangat berpengaruh pada produktifitasnya.
Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan bebek potong, dipenuhi dengan itik jantan atau itik betina yang sudah afkir alias tidak produktif lagi. Itik jantang relatif lebih cepat pertumbuhan fisiknya. Itik jantan sudah bisa mencapai bobot 1,5 kg dalam waktu 2-3 bulan saja. (M. Taufan Agasta/Cahaya Nusantara, November 2007)
Labels:
Beternak Bebek Yogyakarta,
Beternak Itik,
DOD Bebek,
DOD Itik
Wednesday, June 24, 2009
Menjanjikan, Prospek Agribisnis Ternak Itik di Masa Mendatang dan Sekarang

Menjanjikan, Prospek Agribisnis Ternak Itik di Masa Mendatang dan Sekarang
Pada hakekatnya tujuan pembangunan peternakan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak guna memenuhi kebutuhan protein hewani, perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan kelestarian sumber daya alam.
Dengan semakin meningkatnya permintaan produk itik baik daging maupun telur dan kelestarian sumber daya alam, serta penyediaan bibit unggul, maka prospek agribisnis ternak itik menjanjikan di masa mendatang dan sekarang.
”Berdasarkan kajian Road Map Perbibitan Ternak Departemen Pertanian tahun 2008, kebutuhan daging dan telur itik terus meningkat”, kata Kepala BPTU Pelaihari Kalsel Drh. Putut Budiono, SBP. Tahun 2010 kebutuhan daging itik diperkirakan 14,3 ribu ton. Sedangkan ketersediaan daging diperkirakan hanya 6,4 ribu ton, sehingga masih kekurangan 7,9 ribu ton.
Demikian juga kebutuhan telur pada tahun 2010 diperkirakan 193 ribu ton, sedangkan ketersediaan telur diperkirakan hanya 141 ribu ton, sehingga masih kekurangan 52 ribu ton. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, baik kebutuhan daging itik maupun kebutuhan telur itik diperlukan sejumlah bibit Parent Stok (PS) untuk menghasilkan DOD pedaging dan DOD petelur.
Terus Meningkat
Kecenderungan permintaan produk itik terutama daging itik semakin meningkat baik di dalam negeri maupun untuk ekspor. Bila kita lihat lebih jeli, masyarakat sudah mulai jenuh dengan menu ayam ras dan beralih ke daging itik yang rasanya relatif lebih enak dan gurih.
Hal ini dapat dilihat dengan semakin berkembangnya warung makan pinggir jalan sampai restoran yang menyajikan menu khusus daging itik dengan berbagai macam variasi masakan. Bahkan, di restoran-restoran cina dan hotel-hotel berbintang menyediakan menu khusus dari olahan daging dan telur itik seperti plum duck, duck balls, steam duck, tasty duck, pot cooked duck dan bebek cina bumbu hong.
‘Tentang Itik/Bebek’
Posts filed under ‘Tentang Itik/Bebek’
Itik Hibrida (Itik Alabio X Itik Mojosari), Peluang Baru Peternak
Terrbatasnya lahan dan modal usaha di tengah semakin tingginya tuntutan kebutuhan hidup acap kali justru mendorong kreativitas seseorang. Tak pernah puas dengan hasil kerja yang sama bertahun- tahun, terobosan-terobosan baru pun dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Tak terkecuali bagi para peternak.Sebagian peternak itik di wilayah Kecamatan Sleman dan Kecamatan Seyegan, Sleman, misalnya, sejak beberapa bulan terakhir mengembangkan budidaya ternak itik unggul organik yang merupakan persilangan dari itik alabio Kalimantan Timur dengan itik Mojosari Jawa Timur.
Dari beternak beberapa jenis itik lokal, seperti itik turi Bantul ataupun itik payaman Magelang, mereka mencoba beralih ke itik unggul yang dirasa lebih menguntungkan karena pertumbuhan yang lebih cepat dan produktivitas yang lebih tinggi.
“Itik unggul organik ini istimewa karena pertumbuhan dagingnya yang cepat. Jika berat itik biasa atau itik lokal hanya enam ons pada usia 45 hari, pada usia yang sama berat itik unggul organik mampu mencapai 1,3 kilogram. Itik jenis betina dinamai ratu, sedangkan yang jantan dinamai raja,” kata Warsidi, peternak itik di Dusun Beteng, Margoagung, Seyegan, Selasa (8/1).
Pada usia satu bulan, 45 hari, 50 hari, sampai tiga bulan itik unggul organik sudah bisa dipotong dengan harga yang cukup bersaing, antara Rp 12.500-Rp 25.000 per ekor. Untuk dijual sebagai pedaging pun peternak tak perlu menunggu sampai itik menjadi apkir atau tak lagi mampu bertelur. “Itik potong yang ada selama ini sebagian besar merupakan itik apkir sehingga pedagang terkadang kekurangan stok,” tutur Warsidi. Produktivitas
Selain pertumbuhan dagingnya lebih cepat, produktivitas telur itik jenis ini juga lebih tinggi dibandingkan itik biasa. Persentase produktivitas telur mencapai 93 persen lebih tinggi dibanding itik biasa yang hanya mencapai 68 persen. Setiap hari seekor itik mampu menghasilkan satu butir telur selama satu tahun penuh. Biasanya, itik lokal bertelur selama dua sampai tiga bulan, lalu berhenti sekitar satu bulan sebelum bertelur kembali.
Beternak itik unggul organik ini memang cukup menguntungkan. Warsidi menceritakan, dari pengalamannya beternak 2.000 ekor itik unggul organik sejak September tahun lalu, ia bisa memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp 7.500 dari tiap ekor itik. “Untuk satu ekor itik raja, biaya pakan dan pemeliharaan Rp 10.000. Pada usia 50- 60 hari, tiap ekor bisa dijual Rp 17.500,” ujarnya. Semakin tua usia dan semakin bertambah berat badannya, harga itik akan semakin mahal.
Keuntungan yang diperoleh memang cukup besar mengingat pakan dan pemeliharaan yang relatif mudah. Hanya saja, bibit itik unggul organik ini masih terbatas. Saat ini day old duck (DOD) hanya bisa didapat dari Kalimantan Selatan. Harganya sendiri Rp 3.500 per ekor untuk raja dan Rp 6.000 per ekor untuk ratu.
Karena itu, para peternak terus berupaya mengembangkan budidaya ternak itik jenis unggul ini. “Supaya tidak terus-terusan bergantung pada Kalimantan Selatan, kami mencoba melakukan pembibitan secara mandiri. Harapannya nanti DOD itik unggul organik bisa dipenuhi dari Yogyakarta,” ucap Rahmat Kusnadi, peternak itik di Dusun Ngangkrik, Triharjo, Sleman.
Ketika sudah tidak asing lagi dan semakin dikenal masyarakat luas, ia berharap harga jual itik yang dipeliharanya pun bisa lebih tinggi. Dan para peternak pun akan terus berinovasi. Tak hanya sekadar untuk bertahan, tetapi memperoleh hasil optimal dari semua jerih payahnya.
Itik memang tidak lebih populer dibanding ayam. Khusus untuk itik pedaging, lebih sering disebut bebek, sejauh ini masih dianggap sebagai santapan yang eksklusif. Konsumsi bebek tidak setinggi konsumsi terhadap daging ayam. Oleh karena itu, kehadiran itik hibrida yang memiliki produktivitas tinggi, barangkali menjadi peluang usaha bagi para petani di Yogyakarta….
By: Agni Rahadyanti ( http://202.146.5.33/kompas-cetak/0801/09/jogja/1046660.htm )
Beternak Itik Petelur, Keunggulan Itik Mojosari
Source: http://www.bi.go.id/sipuk/id/?id=4&no=90509&idrb=40502Pemeliharaan itik petelur membutuhkan bahan baku bibit, pakan dan obat-obatan. Pemilihan bibit harus dipertimbangkan secara baik, karena bibit ini merupakan keputusan awal yang akan berpengaruh pada tahap-tahap pemeliharaan berikutnya. Beberapa jenis bibit unggul itik petelur yang dijumpai di pasar adalah sebagai berikut:
Itik Tegal
Itik Mojosari
Itik Alabio
Itik Bali
Itik BPT KA
Bibit unggul tersebut memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghasilkan telur baik jumlah telur yang dihasilkan per tahun maupun rata-rata berat telur dapat dilihat dalam Tabel 4.1. Tampak bahwa jenis itik Mojosari menghasilkan jumlah telur per tahun tertinggi (200-265 butir), dengan bobot per butirnya juga tinggi (70 gr). Urutan berikutnya adalah jenis itik Tegal yang menghasilkan jumlah telur per tahun 150-250 butir dengan bobot per butir antara 65 – 70 gram.
Tabel 4.1.
Kemampuan Produksi Telur dan Bobot Beberapa Jenis Itik Petelur Unggas.
Kemampuan Produksi Telur dan Bobot Beberapa Jenis Itik Petelur Unggas.
|
Selanjutnya sarana produksi lainnya yang dibutuhkan yaitu pakan dan obat-obatan. Jenis pakan adalah: starter (untuk anak itik), grower (untuk itik dara) dan layer (untuk itik dewasa). Ketiga jenis pakan ini dapat dengan mudah dibeli di toko. Pakan ini dapat dibuat sendiri dengan alternatif bahan-bahan yang paling murah dan mudah diperoleh di sekitar lokasi usaha. Adapun bahan alternatif pakan ternak itik adalah jagung kuning, dedak/bekatul, tepung ikan, tepung daging bekicot, tepung tulang, tepung kerang, bungkil kelapa, tepung gaplek, tepung daun pepaya, tepung daun turi, dan tepung daun lamtoro. Komposisi bahan-bahan tersebut tergantung pada jenis pakan yang akan dibuat.
Obat-obatan dibutuhkan karena untuk mendapatkan produksi yang baik dan bermutu tinggi, salah satunya adalah ternak harus sehat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban peternak untuk menjaga agar itik petelur terhindar dari segala macam serangan penyakit. Cara terbaik untuk menghindar dari serangan penyakit adalah dengan memelihara itik dalam kandang yang memadai, baik sanitasi maupun luasannya, selain pakan yang mencukupi jumlah, nilai gizi, dan kesegarannya. Berdasarkan pengalaman, vaksinasi yang perlu diberikan pada itik adalah vaksinasi untuk mencegah penyakit fowl cholera atau duck cholera. Sedangkan penyakit yang dapat menyerang unggas (umumnya) adalah virus, bakteri, dan parasit (cacing, protozoa, dan kutu). Beberapa penyakit itik terpenting adalah: coccidiosis, coryza, infeksi salmonella, lumpuh, dan kolera.
Itik
Itik
Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).
2. SENTRA PETERNAKAN
Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang mempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.
3. JENIS
Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu: 1. Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA; 2. Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga; 3. Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood. Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.
4. MANFAAT
a. Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.
b. Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.
c. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
d. Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.
e. Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.
SOURCE: Anas Spp, Budi Daya Ternak Itik
Trick Supaya DOD Itik Bertahan Hidup
Posts filed under ‘Cara Beternak Itik / Bebek’
Trick Supaya DOD Itik Bertahan Hidup
Petunjuk pemeliharaan ini ditujukan untuk DOD umur 1 s.d. 2o hari. Anak bebek (meri), pada hakekatnya bisa bertahan hidup tanpa makanan sampai umur 1-3 hari karena masih memiliki kandungan makanan pada tubuhnya. Akan tetapi mereka tetap harus dipelihara secara seksama dan hati-hati. Berikut ini beberapa petunjuk praktis pemeliharaan anak itik:1. Siapkan kandang untuk anak itik, usahakan kandang telah bersih dari segala macam hal yang dapat mengancam kehidupan anak itik. Kandang harus dapat menghangatkan anak itik, berikan lampu untuk penghangat dan usahakan dinding kandang tertutup sehingga tidak ada angin dari luar yang masuk ke dalam kandang.
2. Apabila bibit itik/meri didatangkan dari tempat jauh, setalah tiba ditempat jangan langsung diberi makan terlebih dahulu, berilah minuman berupa air gula jawa, hal ini berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh meri. Setelah satu jam baru diberi makan berupa konsentrat seperti BR1 dan 511.
3. Pada umur 1-20 hari pertumbuhan anak itik sangatlah cepat, jadi jangan lupa beri vitamin pada asupan makanan atau minuman, vitamin bisa berupa cairan seperti NASA POC atau berupa bubuk seperti Vitachick.
4. Sesuaikan suhu kandang dengan pertumbuhan anak itik, penggunaan lampu dapat dihilangkan apabila sudah tidak diperlukan lagi
5. Usahakan kondisi kadang selalu bersih, kandang yang kotor akan mendatangkan penyakit yang dapat membunuh anak itik, buatlah lantai kandang yang berlubang (kawat ram atau bambu) sehingga kotoran itik bisa langsung jatuh, pastikan lubang yang ada tidak membuat kaki itik terjepit.
Itulah sedikit trick yang bisa saya berikan, mudah2an dapat berguna untuk anda semua.
Salam Mandiri Peternak Indonesia
SISTEM PERKANDANGAN ITIK PETELUR
SISTEM PERKANDANGAN ITIK PETELUR
Di Indonesia masih banyak ternak itik dipelihara
secara tradisional yaitu dengan mengembalakan itik di sawah atau di
tempat-tempat yang banyak air. Dengan semakin sempitnya areal
pengembalaan dan banyaknya kasus kematian ternak akibat keracunan
pestisida, maka pemeliharaan cara ini makin terancam kelestariannya.
Salah satu usaha yang dipandang mampu mengatasi
masalah ini adalah dengan mengalihkan sistem pemeliharaan dari sistem
tradisional ke sistem intensif yaitu dengan cara beternak itik tanpa air
atau di kandangkan, ini lebih menguntungkan karena kesehatan dan
keselamatan itik lebih terjamin. Selain itu, produktivitas telur lebih
tinggi serta biaya pemeliharaan lebih efisien.
Banyak penelitian membuktikan bahwa itik tidak mutlak
membutuhkan air untuk berenang. Terbukti bahwa pemeliharaan itik secara
intensif dan terkurung dapat mencapai produksi yang optimal yaitu
sebanyak 203 butir/tahun/ekor, sedangkan yang digembalakan hanya
menghasilkan telur sebanyak 124 butir/tahun.
Syarat Perkandangan
Kandang merupakan tempat kediaman ternak dan dari
kandang tersebut, ternak memperoleh manfaat. Agar pembuatan kandang
tersebut benar-benar menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi
itik, maka diperlukan pengetahuan tentang perkandangan antara lain:
| 1. | Kandang harus dapat memberikan kenyamanan bagi itik, artinya tidak menyebabkan itik gelisah dan mudah terkejut. |
| 2. | Kandang harus memberikan kesehatan bagi itik yang ada di dalamnya (tingkat kematian itik dalam kandang rendah). |
| 3. | Kandang yang dibangun harus memberikan hasil bagi peternak berupa telur yang lebih banyak daripada pemeliharaan tanpa kandang. |
| 4. | Dalam membangun kandang hendaknya tidak mengganggu peternak dan keluarganya. Sebaliknya keluarga peternak juga tidak mengganggu itik tersebut. |
| 5. | Kandang yang dibangun itu harus memenuhi syarat ekonomis, artinya tidak terlalu mahal tetapi memenuhi syarat di atas. |
Jenis Kandang
1. Kandang Itik Sistem Terkurung
Kandang ini sesuai bagi itik komersial untuk produksi
telur konsumsi. Lantai kandang dapat terbuat dari tanah yang
dipadatkan, bagian atas dilapisi kapur dan barulah diletakkan alas
berupa kulit padi atau bekas serutan gergaji. Kelemahannya adalah bila
alas kandang basah karena tumpahan air minum, agak sulit untuk
membersihkan dan mengeringkannya terutama pada daerah yang
kelembabannya terlalu tinggi, hal ini akan menyebabkan timbulnya
penyakit.
2. Kandang Itik Sistem Pekarangan Kandang itik sistem ini merupakan kombinasi antara terkurung dengan sistem lepas. Lantai kandang padat yang dilapisi sekam padi. Atap kandang yang cocok adalah atap satu muka dengan lubang angin di atasnya. Pada pekarangan yang disediakan itulah terdapat tempat pakan dan minuman itik. Sedikit pelindung akan berguna melindungi itik dari teriknya matahari dan hujan. Sekitar pekarangan dibuat pagar dengan tinggi � 75 cm.
3. Kandang Itik Sistem Baterai
Kandang sistem ini mirip sekali dengan kandang baterai untuk ayam petelur yaitu kandang individual. Semua kandang baterai dikumpulkan pada satu tempat dan diberi atap serta dindingnya dipagar dengan bambu anyaman atau kawat.
Kandang yang Ideal
Kandang yang diarahkan ke timur dengan maksud untuk memberikan kesempatan sinar matahari pagi masuk ke dalam kandang, dengan demikian diharapkan ruangan kandang menjadi sehat dan cukup terang. Tinggi kandang dibuat tidak kurang dari 2 meter, sehingga peternak tidak perlu membungkukkan badan pada saat melakukan pekerjaan di dalam kandang. Dinding kandang sebaiknya ditutup tembok/bambu setinggi 60 cm dari lantai, sedangkan sisanya dibiarkan terbuka cukup ditutup dengan kawat atau bilah-bilah bambu.
Hal lain yang menjadi penentu ideal tidaknya kandang yang kita dirikan adalah luasan kandang serta daya tampungnya. Sebagai patokan tiap satu meter persegi kandang bisa didiami dengan 4 ekor itik dewasa (umur > 6 bulan) dengan rumus sebagai berikut:
| Jumlah itik yang akan dipelihara |
=
|
Luas kandang yang | |
| 4 | diperlukan (m2) |
|
Panjang kandang (m) X lebar (m) X 4 = Jumlah itik yang dipelihara
|
Minggu, 03 Juni 2012
auto news
BLOGNYA PARA PENCARI INFORMASI
Resmi diluncurkan di Indonesia oleh PT Toyota Astra Motor, Toyota 86 datang dengan segudang aksen sporty yang membuatnya kian mempesona dan istimewa.

Penasaran seperti apa desain, fitur, interior serta teknologi juga mesin yang diboyong Toyota 86? Simak bedah ringannya di bawah ini...

Dibalut dengan konsep Excellent, Sensual & Beauty, Toyota 86 hadir dengan sisi eksterior yang merupakan refleksi dari keindahan stylish curve yang terinspirasi oleh desain Toyota 2000GT dengan kap dan garis atap yang sangat ramping dan rendah.

Tajam dan aerodinamis, mungkin kalimat itu pantas mewakili tampilan eksterior depannya. Bonnet yang landai dipadu dengan headlamp serta foglamp yang diberikan aksen hitam sebagai listnya menjadi daya tarik ketika pertama kali melihat Toyota 86 ini. Lebih lagi pada varian Toyota 86 versi TRD yang memiliki aerokit jauh lebih sangar.

Bokong belakangnya begitu padat, mulai dari stop lamp LED sampai dengan double muffler turut menghiasai sektor belakang dari mobil yang memiliki pangilan istimewa Hachiroku ini. Memperkuat sisi sportynya, pelek pun didesain sedimikian rupa, sayangnya pelek versi sport hanya ada pada varian TRD yang dikelir warna hitam guna mengentalkan efek sangar.

Sektor interior mengusung konfigurasi tempat duduk 2 + 2 layaknya sedan sport dua pintu lainya. Posisi jok depan yang cukup rendah terbukti tak menghilangkan unsur kenyamanan berkendara dalam hal visibilitasnya.

Guna mendongkrak sisi sangarnya, tatanan dasboard yang simple serta lapisan jok dan kemudinya juga diberikan balutan warna two tone hitam dan merah. Walau disediakan jok penumpang, namun jangan harap anda akan menemukan kenyamanan layaknya sebuah sedan.

Desain small steeringnya dirancang guna memberikan excellent turning performance, sedangkan untuk ornament dasboardnya mengendepankan unsur ergonomis yang sifatnya memudahkan pengendara. Datang disegment sport car, Toyota tak hanya mengedapankan desain sporty dan performa saja, namun Toyota 86 juga dibekali dengan saran hiburan berupa instalasi head unit lengkap dengan konektivitas USB dan Aux-in.

Bicara soal performa, Toyota 86 dirancang dengan mengejar “Pure Balance”, didukung dengan penggunaan mesin flat boxer engine berkapasitas 2 lt. dengan type 4U-GSE serta dilengkapi dengan teknologi Toyota D-4S (Direct Injection 4-stroke Gasoline Superior) yang dikolaborasikan denga dua pilihan transmisi 6 percepatan manual dan otomatis dengan paddle shift, Hachiroku diklaim mampu mendorong tenaga hingga 200 PS pada 7000 rpm dengan tetap menjaga efisiensi dan ramah lingkungan.

"Dari data yang didapat dari TMC, Toyota 86 mampu melesat dari titik 0-100 dalam waktu 7 detik untuk yang manual, sedangkan yang matik 8,2 detik," ujar Joko Trisanyoto, selaku Direktur Markting TAM yang mengomentari petanyaan salah satu wartawan di peluncuran Toyota 86, kemarin.

Menggunakan penggerak roda belakang ditambah posisi Center of Gravity (CoG) yang sangat rendah dengan jarak 460 mm, Toyota 86 mampu memberikan handling yang cukup baik untuk seukuran mobil standar bawaan pabrik. Hal ini diperkuat komentar Alinka Hardianti selaku peslalom wanita yang menjajal Toyota 86 saat sesi peluncuranya di Senayan. "Untuk seukuran mobil standar, Toyota 86 punya handling yang mantab. Kaki-kakinya juga sudah enak untuk diajak ngedrift," ujarnya.

Toyota 86 alias Hachiroku datang ke Indonesia dengan beragam pilihan line up, model standar dengan 2 pilihan transmisi A/T dan M/T, model Aero dengan transmisi A/T dilengkapi dengan front bumper spoiler, side skirt, rear bumper spoiler serta rear spoiler, dan TRD A/T yang dibekali dengan paket aerokit dari TRD Sportivo.

Selain itu, mobil yang dipatok mulai dari harga Rp 600 jutan ini juga dukungan oleh 7 warna menarik seperti, Satin White Pearl, Dark Grey, Crystal Black Silica, Sterling Silver, Lightning Red, Galaxy Blue Silica dan Orange juga memperkaya pilihan para konsumen yang ingin memboyong si 86 ini.
Resmi diluncurkan di Indonesia oleh PT Toyota Astra Motor, Toyota 86 datang dengan segudang aksen sporty yang membuatnya kian mempesona dan istimewa.
Penasaran seperti apa desain, fitur, interior serta teknologi juga mesin yang diboyong Toyota 86? Simak bedah ringannya di bawah ini...
Dibalut dengan konsep Excellent, Sensual & Beauty, Toyota 86 hadir dengan sisi eksterior yang merupakan refleksi dari keindahan stylish curve yang terinspirasi oleh desain Toyota 2000GT dengan kap dan garis atap yang sangat ramping dan rendah.
Tajam dan aerodinamis, mungkin kalimat itu pantas mewakili tampilan eksterior depannya. Bonnet yang landai dipadu dengan headlamp serta foglamp yang diberikan aksen hitam sebagai listnya menjadi daya tarik ketika pertama kali melihat Toyota 86 ini. Lebih lagi pada varian Toyota 86 versi TRD yang memiliki aerokit jauh lebih sangar.
Bokong belakangnya begitu padat, mulai dari stop lamp LED sampai dengan double muffler turut menghiasai sektor belakang dari mobil yang memiliki pangilan istimewa Hachiroku ini. Memperkuat sisi sportynya, pelek pun didesain sedimikian rupa, sayangnya pelek versi sport hanya ada pada varian TRD yang dikelir warna hitam guna mengentalkan efek sangar.
Sektor interior mengusung konfigurasi tempat duduk 2 + 2 layaknya sedan sport dua pintu lainya. Posisi jok depan yang cukup rendah terbukti tak menghilangkan unsur kenyamanan berkendara dalam hal visibilitasnya.
Guna mendongkrak sisi sangarnya, tatanan dasboard yang simple serta lapisan jok dan kemudinya juga diberikan balutan warna two tone hitam dan merah. Walau disediakan jok penumpang, namun jangan harap anda akan menemukan kenyamanan layaknya sebuah sedan.
Desain small steeringnya dirancang guna memberikan excellent turning performance, sedangkan untuk ornament dasboardnya mengendepankan unsur ergonomis yang sifatnya memudahkan pengendara. Datang disegment sport car, Toyota tak hanya mengedapankan desain sporty dan performa saja, namun Toyota 86 juga dibekali dengan saran hiburan berupa instalasi head unit lengkap dengan konektivitas USB dan Aux-in.
Bicara soal performa, Toyota 86 dirancang dengan mengejar “Pure Balance”, didukung dengan penggunaan mesin flat boxer engine berkapasitas 2 lt. dengan type 4U-GSE serta dilengkapi dengan teknologi Toyota D-4S (Direct Injection 4-stroke Gasoline Superior) yang dikolaborasikan denga dua pilihan transmisi 6 percepatan manual dan otomatis dengan paddle shift, Hachiroku diklaim mampu mendorong tenaga hingga 200 PS pada 7000 rpm dengan tetap menjaga efisiensi dan ramah lingkungan.
"Dari data yang didapat dari TMC, Toyota 86 mampu melesat dari titik 0-100 dalam waktu 7 detik untuk yang manual, sedangkan yang matik 8,2 detik," ujar Joko Trisanyoto, selaku Direktur Markting TAM yang mengomentari petanyaan salah satu wartawan di peluncuran Toyota 86, kemarin.
Menggunakan penggerak roda belakang ditambah posisi Center of Gravity (CoG) yang sangat rendah dengan jarak 460 mm, Toyota 86 mampu memberikan handling yang cukup baik untuk seukuran mobil standar bawaan pabrik. Hal ini diperkuat komentar Alinka Hardianti selaku peslalom wanita yang menjajal Toyota 86 saat sesi peluncuranya di Senayan. "Untuk seukuran mobil standar, Toyota 86 punya handling yang mantab. Kaki-kakinya juga sudah enak untuk diajak ngedrift," ujarnya.
Toyota 86 alias Hachiroku datang ke Indonesia dengan beragam pilihan line up, model standar dengan 2 pilihan transmisi A/T dan M/T, model Aero dengan transmisi A/T dilengkapi dengan front bumper spoiler, side skirt, rear bumper spoiler serta rear spoiler, dan TRD A/T yang dibekali dengan paket aerokit dari TRD Sportivo.
Selain itu, mobil yang dipatok mulai dari harga Rp 600 jutan ini juga dukungan oleh 7 warna menarik seperti, Satin White Pearl, Dark Grey, Crystal Black Silica, Sterling Silver, Lightning Red, Galaxy Blue Silica dan Orange juga memperkaya pilihan para konsumen yang ingin memboyong si 86 ini.
Langganan:
Postingan (Atom)